Pengalaman Tak Terlupakan Saat Mengikuti Pengukuhan
Di Manis Raya Pangkalan STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG
Haii
.. sobat-sobat semua disini aku ingin berbagi cerita menarik tentang pengalaman
menarikku di Buper (bumi perkemahan) yang baru saja berlalu kemarin. cerita tak
terlupakan ini dimulai pada saat kami mengikuti pengukuhan di Manis Raya
(Sepauk) yang berlangsung selama 3 hari. pada hari jumat tanggal 11, November
2016 kami sudah bersiap-siap berangkat menuju Buper. pukul 07.00 kami semua
Prodi PGSD telah berkumpul di Kampus Biru Stkip Persada Khatulistiwa Sintang
karena akan diadakan Upacara Pembukaan Kegiatan Pengukuhan Prodi PGSD yang
diikuti seluruh Mahasiswa-Mahasiswi Prodi PGSD, kegiatan ini merupakan kegiatan
wajib yang harus diikuti seluruh Mahasiswa-Mahasiswi Stkip PK Sintang.
terutama Prodi PGSD dan diadakan setiap tahunnya, pada hari jumat tanggal 11, November 2016 cuacanya begitu panas sehingga membuat kami sangat kelelahan, tapi itu bukan halangan untuk keberangkatan kami, justru kebalikannya itu membuat kami semakin bersemangat ingin cepat berangkat menuju Buper, pada pukul 16.00 / pukul 04.00 subuh saya sudah terbangun dan segera bersiap-siap serta tidak lupa, saya kembali mengecek semua perlengkapan yang harus saya bawa, seperti: baju hitam, celana trening, baju olahraga, selimut, handuk, senter, mantel, plastic packing, serta peralatan mandi. Setelah itu barulah saya mandi dan setelah itu kembali bersiap-siap untuk berangkat kekampus dengan menggunakan pakaian pramuka lengkap.
Setelah siap pada pukul 06.00 tepat saya berangkat menuju kampus dengan diantar oleh ayah saya, lalu sesampai dikampus ternyata, baru beberapa orang saja yang sudah datang kekampus, karena pada hari kamis, kami diberitahu untuk datang kekampus pada pukul 06.30 semua sudah harus berkumpul semuanya dikampus, tapi saya datang lebih awal karena takut terlambat. Tapi untungnya saya tidak terlambat, setelah menunggu sekitar 15-20 menit-an barulah teman-teman saya yang lainnya datang, setelah kurang lebih satu jam menunggu kami disuruh menuju lapangan Upacara untuk persiapan upacara pembukaan pengukuhan dan ada penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kaprodi PGSD yaitu, bapak Imanuel Sairo Awang, S.si. M.Pd dan Upacara Penyematan dan Pembukaan Pengukuhan tersebut hanya berlangsung kurang lebih satu jam, karena cuaca yang begitu panas membuat beberapa temanku, tidak mampu mengikuti Upacara hingga selesai, lalu tepat pada pukul 08.00 upacara pun berakhir dan kami diberikan waktu untuk beristrahat dulu sebelum berangkat.
Waktu kami sedang beristrahat, truk yang akan membawa kami menuju Buper pun datang untuk menjemput kami, lalu setelah istrahat kurang lebih 20 menit kami pun disuruh berkumpul kembali didepan salah satu gedung dikampus kami. Setelah kami berkumpul kami pun diberi arahan tentang keberangkatan dan penyimpanan barang-barang yang akan kami bawa, dan kami masing-masing per-Reka dibagikan jadwal seluruh kegiatan diBuper , serta dibagikan pita tanda peserta, setelah itu kami diberi arahan oleh kakak-kakak senior untuk mengangkut barang-barang kami menuju truk yang akan membawa barang kami, kami berangkat menggunakan 5 buah truk yang mana 3 truk akan membawa kami semua peserta pengukuhan dan 2 truk lagi akan membawa barang-barang bawaan kami, truk kuning yang terbuka digunakan untuk membawa segala, tenda, peralatan memasak, serta kayu untuk patok tenda kami, dan truk tentara yang berbentuk bok digunakan untuk membawa pakaian kami karena takut kehujanan dijalan, maka semua barang-barang kami yang kira-kira bisa basah kami masukkan ke truk bok, dan kami yang putri menaiki truk tentara terbuka yang memiliki atap dan mereka yang putra menaiki truk terbuka.
Karena truk tentara hanya 2 buah yang memiliki atap, sehingga teman-teman ku yang putri lainnya harus ikut menaiki truk terbuka bersama mereka yang putra dan sebagiannya lagi menaiki truk barang yang terbuka, setelah semuanya siap kami pun berangkat, didalam perjalanan sangatlah seru, karena kami semua bergembira-ria, ada yang bernyanyi-nyanyi, mendengarkan lagu dan pada saat melewati jalan jelek, turunan yang tinggi serta tikugan, kami semua pun berteriak bersama, sambil bertukar cerita dengan teman lainnya dan meski ada beberapa orang yang mabuk perjalanan, tapi itu juga bukan halangan bagi kami, dan itu dapat teratasi dengan baik, dan pada akhirnya setelah menempuh perjalanan kira-kira satu jam lebih kami pun sampai di Buper, Manis Raya SMPN 2 Sepauk, pemandangan yang masih hijau dan segar karena masih banyak pohon-pohan besar dan kecil yang mengelilingi Buper sehingga membuat suasana tetap sejuk meski cuaca sangat panas, setelah kami turun dari truk dan barang—barang kami juga telah diturunkan dan kami istirahat sekitar 10-15 menit sambil menunggu barang-barang kami diturunkan semua serta menunggu arahan dari senior kami pun menikmati udara yang masih segar dan sejuk itu.
Setelah beristrahat sejenak kami pun mendapat arahan untuk mengangkut barang-barang kami menuju lokasi Buper yang telah ditentukan, lalu kami semua pun mengangkat barang-barang bawaan kami bersama-sama, disinilah kebersamaan, kekompakan, serta gotong-royong sangat terasa dan begitu Nampak, setelah semua barang-barang kami sudah diangkut, kami pun segera diberi arahan untuk mendirikan tenda dan waktu mendirikan tenda hanya 30 menit meski sangat tergesa-gesa akhirnya selesai juga dan tenda kami telah berdiri dengan bantuan kakak pendamping Reka kami dan kakak senior lainnya. Setelah tenda didirikan, kami langsung menata perlengkapan yang sudah kami bawa. Tak lama kemudian kami pun diberi waktu beristrahat dan memakan bekal yang kami bawa dari rumah masing-masing dan sambil memasak untuk makan siang.
Dan ternyata sialnya kompor yang dibawa oleh temanku ternyata saringan kompornya sudah jelek, sehingga membuat nasi yang kami masak dari jam 03.00 sampai malam pun tak masak gara-gara kompor jelek, dan waktu kami masak kami diberi arahan untuk berkumpul dilapangan dan disuruh untuk bersiap-siap untuk mempersentasikan hasta karya Reka masing-masing dan setelah itu kami pun berkumpul disalah satu ruangan di SMPN 2 Sepauk tersebut. Dari masing-masing Reka pun maju dan masing-masing mempersentasikan hasta karya Rekanya, dan setelah satu persatu Reka maju untuk persentasi akhirnya selesai juga dan setelah persentasi hasta karya selesai kami pun ibadah/berdoa bersama dan yang muslim pun sholat, dan karena kecapeaan ada beberapa teman kami yang sakit dan pingsan karena efek mabuk perjalanan dan ada juga yang kesurupan mungkin karena kami datang ketempat yang baru dan tempat orang lupa permisi dan kami langsung membangun tenda maka para penghuninya marah karena mendengar suara berisik dari orang luar dan pendatang.
sehingga setelah kami selesai ibadah kami pun langsung menuju kesungai untuk meminta ijin dan berdoa bersama-sama disungai, dan saat kami selesai berdoa salah satu teman kami jatuh pingsan dan langsung diangkat oleh mereka yang putra dan kakak-kakak senior dan kami yang lain pun merasa ketakutan dan panik, tapi kepanikan dan ketakutan kami tidak berlangsung lama karena setelah selesai berdoa kami pun langsung disuruh kembali ketenda masing-masing, dan karena nasi kami belum masak maka kami pun memasaknya lagi, hingga tiba waktunya untuk mandi dan kami pun diberi arahan untuk pergi mandi dan didampingi oleh kakak-kakak senior kami, dan mereka yang sedang berhalangan pun disuruh mandi di WC dan kami yang bersih disuruh mandi kesungai, dan ada juga teman-teman kami banyak juga yang tidak berani pergi kesungai, dan saya dan teman-teman yang lain hanya bersih-bersih tubuh dan cuci muka dan ada juga yang mandi, setelah waktu mandi habis kami pun kembali ketenda dan bersiap-siap untuk mendengarkan materi tentang forum PGSD dan forum Pramuka sebelumnaya setelah kami semua selesai bersiap-siap kami pun disuruh makan dan nasi kami pun tetap tidak bisa masak karena efek terlalu lama direndam dalam air karena tidak bisa mendidih jadi Karena keterbatasan waktu.
kami terpaksa memakan nasi mentah dan sayur mentah agar kami punya tenaga untuk mengikuti kegiatan selanjutnya daripada kami tidak makan dan badan kami drop lebih baik kami memakan apa yang bisa kami makan sajalah, disini lah kebersamaan, saling berbagi, serta merasakan susahnya hidup kekurangan dan jauh dari orang tua, dan pertama kalinya bagi kami makan makanan yang masaknya sedikit tapi banyak mentahnya alias mentah. Setelah makan kami diberi arahan untuk berkumpul dilapangan dan karena melihat cuaca yang kurang mendukung jadi kami disuruh mengemas barang-barang kami yang diperkirakan bisa basah kedalam plastik packing agar tidak basah dan kami disuruh membawanya kedepan ruangan dan kami disuruh mendengarkan materi forum PGSD dan forum Pramuka, disini ada pemberi materi dan kami sebagai peserta, serta ada sesi Tanya jawab, belum lama kami memasuki ruangan hujan pun turun menguyur Buper dan untungnya tidak ada tenda kami yang rubuh, akibat hujan, angin dan suara Guntur yang begitu keras membuat kami semua ketakutan, untungnya kami semua berada didalam ruangan, dan disetiap forum yang diberikan ada game untuk mengetes kefokusan, kekompakan, kebersamaan dan kecerdikan serta kecerdasan.
Game ini bertujuan untuk mengenal satu sama lain agar lebih dekat dan kami juga dibagikan nama cantik, contohnya seperti: cungkring, lalat, semut, gedong, contong nasi, mengkudu, buntal, tunggau, move on, masa lalu, masa depan, telinga, mata, alis dan masih banyak lagi. setelah hujan reda dan waktu untuk penyampaian materi pun telah habis kami pun disuruh kembali ketenda kami masing-masing. Dan ternyata yang membuat jengkel dan ada rasa ingin marah setelah datang ketenda, tenda kami kebanjiran dan tenda alas beserta tikar kami basah semuanya, sehingga membuat sangat tak nyaman untuk ditempati dan harus dialasi dengan plastik packing agar tidak basah. Tapi karena beralaskan tanah langsung hanya dilapisi plastik dan tikar itu membuat kami sangat tidak nyaman tidur, kedinginan dan tidak bisa tidur nyenyak.
Tapi kami tetap harus tidur agar badan tidak drop dan takut dimarahi oleh kakak-kakak Pembina yang mengawasi kami, meski harus pura-pura saja tidurnya. Waktu tidak terasa berlalu dan pukul 03.00 subuh kami pun terbangun dan ada teman kami yang langsung memasak lagi, dan msih banyak juga teman-teman yang lain yang belum bangun, dan setelah baring-baring kami pun memaksakan diri untuk bangun meski sangat dingin sekali, lalu kami segera cuci muka dan gosok gigi karena belum diijinkan untuk mandi, dan tepat pukul 04.00 subuh teman kami yang muslim disuruh sholat.dan kami yang non muslim setelah selesai cuci muka dan gosok gigi langsung kembali ketenda sambil menunggu masakan kami semuanya masak dan puji tuhan nasi dan sayur kami bisa masak dengan sempurna. Akhirnya kami bisa makan nasi dan sayur yang benar-benar masak, dan sebelum sayur selesai dimasak kami sudah disuruh berkumpul dilapangan, sekitar jam 05.10 pagi untuk senam pagi dan minum bersama.
Meski masih terasa malas dan dingin untuk keluar tapi mau tidak mau tetap harus ikut senam, setelah pemanasan dan pendinginan kembali, kurang lebih satu jam senam pun selesai dan kami pun dibagikan minuman energen, satu Rekanya masing-masing mendapat setengah cangkir energen untuk dibagikan kesemua anggota rekanya, dan masing-masing anggotanya mendapat satu teguk minuman, ini untuk merasakan rasanya berbagi meski sedikit tapi tetap bisa kebagiaan semuanya. Setelah selesai senam dan minum bersama kami pun disuruh kembali ketenda masing-masing untuk bersiap-siap mengikuti Upacara pagi dan kami pun langsung ganti baju dengan pakaian pramuka setelah selesai ganti baju kami pun disuruh makan, dan kemudian kami langsung berkumpul dilapangan untuk upacara pagi, dan upacara pun tidak berlangsung lama. Setelah selesai upacara kami kembali ketenda masing-masing dan beristrahat sebentar lalu gantu baju dengan baju hitam dan celana trening dan bersiap-siap untuk pergi penjelajahan.
Setelah istrahat dan setelah selesai siap-siap kami pun disuruh berkumpul lagi dilapangan untuk berangkat penjelajahan, dan keberangkatannya secara bergilir, Reka ku mendapat urutan ke 5, kami sangat senang dan bersemangat, dalam penjelajahan ini kami melewati beberapa pos dan disetiap pos sangat menantang dan menguji mental, fisik, kebersamaan, kekompakan kecerdasan dan kecerdikan. Di setiap pos kami banyak mendapatkan pengetahuan baru, keseruan, menemukan hal-hal lucu dan puji tuhan semua pos yang kami lalui dapat kami lewati dengan baik, dan pada akhirnya kami kembali keBuper dengan keadaan yang baik-baik saja. Hanya salah satu teman ku yang kehilangan nama cantiknya gara-gara dia tidak bisa menyebut nama bapak pandu pramuka Indonesia dengan benar, itu memang sangat lucu sekali, karena pertanyaan itu ditanyakan lebih dari 20 kali dan tidak bisa dia jawab dan akhirnya dia harus rela menyerahkan nama cantiknya.
Setelah penjelajahan selesai kami pun disuruh kembali ketenda untuk beristrahat dan setelah semua peserta kembali keBuper kami disuruh berkumpul kembali dilapangan dan disuruh mencari kayu untuk mendirikan api unggun dan kami pun pergi mencari kayu, setelah semua kayu terkumpul dan kami pun diarahkan untuk mandi dan kami pun pergi mandi dan membersihkan semua badan kami yang sudah sangat kotor kena lumpur, setelah mandi barulah terasa segar. Dan malam api unggun pun tiba kami semua bersiap untuk penampilan pensi, dan malam itu tidak akan pernah terlupakan karena semuanya begitu menyenangkan, ada yang bernyanyi, berjoget, main gitar dan setelah semua Reka selesai menampilkan pensinya kami pun disuruh kembali ketenda masing-masing untuk tidur dan malam itu terasa sangat nyaman untuk tidur tapi kami tidak bisa tidur karena memikirkan aka nada jurit malam dan setelah kurang lebih tidur satu jam tiba-tiba saya merasa ada yang membangunkan ku, dan ternyata itu adalah kakak Pembina, dan dia menyuruh Reka kami untuk berangkat jurit malam dan dengan mata yang masih ngantuk kami pun terbangun dan langsung berangkat karena tidak boleh berisik takut Reka-reka lain terbangun juga.
Kami pun mulai jurit malam dengan berpegang tangan dan hanya menggunakan lilin sebagai penerang, lalu setelah sampai kedepan ruangan yang harus kami masuki untuk mencari pita kami disuruh mematikan lilin dan masuk keruangan dengan keadaan gelap, dan temanku yang satunya sangat takut dan kami melihat kuntilanak bohongan dan setelah disuruh keluar kami pun keluar tergesa-gesa karena ketakutan dan aku tidak ada rasa takut karena tau itu kuntilanak bohongan. Dan setelah selesai kami disuruh berkumpul dilapangan basket dan kami pun berbaring dan tidur meski dingin dan banyak nyamuk kami tetap memaksakan diri untuk tidur karena sangat ngantuk.
Dan waktu tidak terasa berlalu setelah pagi kami pun senam dan kembali ketenda untuk masak dan makan serta siap-siap untuk baksos, gugur gunung (bongkar tenda), permainan rakyat dan upacara penutupan serta pembagian hadiah, dan setelah semuanya selesai kami pun pulang kembali kesintang. Dan disinilah saya dapat mengambil kesimpulan bagaimana supaya saya dapat hidup lebih mandiri dan hidup tanpa campur tangan orang tua serta dapat membina kerjasama dan persaudaraan antar sesama. Selain itu, saya belajar untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, dan dapat mengembang kemampuan diri mengatasi tantangan hidup kedepannya. Ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun.
terutama Prodi PGSD dan diadakan setiap tahunnya, pada hari jumat tanggal 11, November 2016 cuacanya begitu panas sehingga membuat kami sangat kelelahan, tapi itu bukan halangan untuk keberangkatan kami, justru kebalikannya itu membuat kami semakin bersemangat ingin cepat berangkat menuju Buper, pada pukul 16.00 / pukul 04.00 subuh saya sudah terbangun dan segera bersiap-siap serta tidak lupa, saya kembali mengecek semua perlengkapan yang harus saya bawa, seperti: baju hitam, celana trening, baju olahraga, selimut, handuk, senter, mantel, plastic packing, serta peralatan mandi. Setelah itu barulah saya mandi dan setelah itu kembali bersiap-siap untuk berangkat kekampus dengan menggunakan pakaian pramuka lengkap.
Setelah siap pada pukul 06.00 tepat saya berangkat menuju kampus dengan diantar oleh ayah saya, lalu sesampai dikampus ternyata, baru beberapa orang saja yang sudah datang kekampus, karena pada hari kamis, kami diberitahu untuk datang kekampus pada pukul 06.30 semua sudah harus berkumpul semuanya dikampus, tapi saya datang lebih awal karena takut terlambat. Tapi untungnya saya tidak terlambat, setelah menunggu sekitar 15-20 menit-an barulah teman-teman saya yang lainnya datang, setelah kurang lebih satu jam menunggu kami disuruh menuju lapangan Upacara untuk persiapan upacara pembukaan pengukuhan dan ada penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kaprodi PGSD yaitu, bapak Imanuel Sairo Awang, S.si. M.Pd dan Upacara Penyematan dan Pembukaan Pengukuhan tersebut hanya berlangsung kurang lebih satu jam, karena cuaca yang begitu panas membuat beberapa temanku, tidak mampu mengikuti Upacara hingga selesai, lalu tepat pada pukul 08.00 upacara pun berakhir dan kami diberikan waktu untuk beristrahat dulu sebelum berangkat.
Waktu kami sedang beristrahat, truk yang akan membawa kami menuju Buper pun datang untuk menjemput kami, lalu setelah istrahat kurang lebih 20 menit kami pun disuruh berkumpul kembali didepan salah satu gedung dikampus kami. Setelah kami berkumpul kami pun diberi arahan tentang keberangkatan dan penyimpanan barang-barang yang akan kami bawa, dan kami masing-masing per-Reka dibagikan jadwal seluruh kegiatan diBuper , serta dibagikan pita tanda peserta, setelah itu kami diberi arahan oleh kakak-kakak senior untuk mengangkut barang-barang kami menuju truk yang akan membawa barang kami, kami berangkat menggunakan 5 buah truk yang mana 3 truk akan membawa kami semua peserta pengukuhan dan 2 truk lagi akan membawa barang-barang bawaan kami, truk kuning yang terbuka digunakan untuk membawa segala, tenda, peralatan memasak, serta kayu untuk patok tenda kami, dan truk tentara yang berbentuk bok digunakan untuk membawa pakaian kami karena takut kehujanan dijalan, maka semua barang-barang kami yang kira-kira bisa basah kami masukkan ke truk bok, dan kami yang putri menaiki truk tentara terbuka yang memiliki atap dan mereka yang putra menaiki truk terbuka.
Karena truk tentara hanya 2 buah yang memiliki atap, sehingga teman-teman ku yang putri lainnya harus ikut menaiki truk terbuka bersama mereka yang putra dan sebagiannya lagi menaiki truk barang yang terbuka, setelah semuanya siap kami pun berangkat, didalam perjalanan sangatlah seru, karena kami semua bergembira-ria, ada yang bernyanyi-nyanyi, mendengarkan lagu dan pada saat melewati jalan jelek, turunan yang tinggi serta tikugan, kami semua pun berteriak bersama, sambil bertukar cerita dengan teman lainnya dan meski ada beberapa orang yang mabuk perjalanan, tapi itu juga bukan halangan bagi kami, dan itu dapat teratasi dengan baik, dan pada akhirnya setelah menempuh perjalanan kira-kira satu jam lebih kami pun sampai di Buper, Manis Raya SMPN 2 Sepauk, pemandangan yang masih hijau dan segar karena masih banyak pohon-pohan besar dan kecil yang mengelilingi Buper sehingga membuat suasana tetap sejuk meski cuaca sangat panas, setelah kami turun dari truk dan barang—barang kami juga telah diturunkan dan kami istirahat sekitar 10-15 menit sambil menunggu barang-barang kami diturunkan semua serta menunggu arahan dari senior kami pun menikmati udara yang masih segar dan sejuk itu.
Setelah beristrahat sejenak kami pun mendapat arahan untuk mengangkut barang-barang kami menuju lokasi Buper yang telah ditentukan, lalu kami semua pun mengangkat barang-barang bawaan kami bersama-sama, disinilah kebersamaan, kekompakan, serta gotong-royong sangat terasa dan begitu Nampak, setelah semua barang-barang kami sudah diangkut, kami pun segera diberi arahan untuk mendirikan tenda dan waktu mendirikan tenda hanya 30 menit meski sangat tergesa-gesa akhirnya selesai juga dan tenda kami telah berdiri dengan bantuan kakak pendamping Reka kami dan kakak senior lainnya. Setelah tenda didirikan, kami langsung menata perlengkapan yang sudah kami bawa. Tak lama kemudian kami pun diberi waktu beristrahat dan memakan bekal yang kami bawa dari rumah masing-masing dan sambil memasak untuk makan siang.
Dan ternyata sialnya kompor yang dibawa oleh temanku ternyata saringan kompornya sudah jelek, sehingga membuat nasi yang kami masak dari jam 03.00 sampai malam pun tak masak gara-gara kompor jelek, dan waktu kami masak kami diberi arahan untuk berkumpul dilapangan dan disuruh untuk bersiap-siap untuk mempersentasikan hasta karya Reka masing-masing dan setelah itu kami pun berkumpul disalah satu ruangan di SMPN 2 Sepauk tersebut. Dari masing-masing Reka pun maju dan masing-masing mempersentasikan hasta karya Rekanya, dan setelah satu persatu Reka maju untuk persentasi akhirnya selesai juga dan setelah persentasi hasta karya selesai kami pun ibadah/berdoa bersama dan yang muslim pun sholat, dan karena kecapeaan ada beberapa teman kami yang sakit dan pingsan karena efek mabuk perjalanan dan ada juga yang kesurupan mungkin karena kami datang ketempat yang baru dan tempat orang lupa permisi dan kami langsung membangun tenda maka para penghuninya marah karena mendengar suara berisik dari orang luar dan pendatang.
sehingga setelah kami selesai ibadah kami pun langsung menuju kesungai untuk meminta ijin dan berdoa bersama-sama disungai, dan saat kami selesai berdoa salah satu teman kami jatuh pingsan dan langsung diangkat oleh mereka yang putra dan kakak-kakak senior dan kami yang lain pun merasa ketakutan dan panik, tapi kepanikan dan ketakutan kami tidak berlangsung lama karena setelah selesai berdoa kami pun langsung disuruh kembali ketenda masing-masing, dan karena nasi kami belum masak maka kami pun memasaknya lagi, hingga tiba waktunya untuk mandi dan kami pun diberi arahan untuk pergi mandi dan didampingi oleh kakak-kakak senior kami, dan mereka yang sedang berhalangan pun disuruh mandi di WC dan kami yang bersih disuruh mandi kesungai, dan ada juga teman-teman kami banyak juga yang tidak berani pergi kesungai, dan saya dan teman-teman yang lain hanya bersih-bersih tubuh dan cuci muka dan ada juga yang mandi, setelah waktu mandi habis kami pun kembali ketenda dan bersiap-siap untuk mendengarkan materi tentang forum PGSD dan forum Pramuka sebelumnaya setelah kami semua selesai bersiap-siap kami pun disuruh makan dan nasi kami pun tetap tidak bisa masak karena efek terlalu lama direndam dalam air karena tidak bisa mendidih jadi Karena keterbatasan waktu.
kami terpaksa memakan nasi mentah dan sayur mentah agar kami punya tenaga untuk mengikuti kegiatan selanjutnya daripada kami tidak makan dan badan kami drop lebih baik kami memakan apa yang bisa kami makan sajalah, disini lah kebersamaan, saling berbagi, serta merasakan susahnya hidup kekurangan dan jauh dari orang tua, dan pertama kalinya bagi kami makan makanan yang masaknya sedikit tapi banyak mentahnya alias mentah. Setelah makan kami diberi arahan untuk berkumpul dilapangan dan karena melihat cuaca yang kurang mendukung jadi kami disuruh mengemas barang-barang kami yang diperkirakan bisa basah kedalam plastik packing agar tidak basah dan kami disuruh membawanya kedepan ruangan dan kami disuruh mendengarkan materi forum PGSD dan forum Pramuka, disini ada pemberi materi dan kami sebagai peserta, serta ada sesi Tanya jawab, belum lama kami memasuki ruangan hujan pun turun menguyur Buper dan untungnya tidak ada tenda kami yang rubuh, akibat hujan, angin dan suara Guntur yang begitu keras membuat kami semua ketakutan, untungnya kami semua berada didalam ruangan, dan disetiap forum yang diberikan ada game untuk mengetes kefokusan, kekompakan, kebersamaan dan kecerdikan serta kecerdasan.
Game ini bertujuan untuk mengenal satu sama lain agar lebih dekat dan kami juga dibagikan nama cantik, contohnya seperti: cungkring, lalat, semut, gedong, contong nasi, mengkudu, buntal, tunggau, move on, masa lalu, masa depan, telinga, mata, alis dan masih banyak lagi. setelah hujan reda dan waktu untuk penyampaian materi pun telah habis kami pun disuruh kembali ketenda kami masing-masing. Dan ternyata yang membuat jengkel dan ada rasa ingin marah setelah datang ketenda, tenda kami kebanjiran dan tenda alas beserta tikar kami basah semuanya, sehingga membuat sangat tak nyaman untuk ditempati dan harus dialasi dengan plastik packing agar tidak basah. Tapi karena beralaskan tanah langsung hanya dilapisi plastik dan tikar itu membuat kami sangat tidak nyaman tidur, kedinginan dan tidak bisa tidur nyenyak.
Tapi kami tetap harus tidur agar badan tidak drop dan takut dimarahi oleh kakak-kakak Pembina yang mengawasi kami, meski harus pura-pura saja tidurnya. Waktu tidak terasa berlalu dan pukul 03.00 subuh kami pun terbangun dan ada teman kami yang langsung memasak lagi, dan msih banyak juga teman-teman yang lain yang belum bangun, dan setelah baring-baring kami pun memaksakan diri untuk bangun meski sangat dingin sekali, lalu kami segera cuci muka dan gosok gigi karena belum diijinkan untuk mandi, dan tepat pukul 04.00 subuh teman kami yang muslim disuruh sholat.dan kami yang non muslim setelah selesai cuci muka dan gosok gigi langsung kembali ketenda sambil menunggu masakan kami semuanya masak dan puji tuhan nasi dan sayur kami bisa masak dengan sempurna. Akhirnya kami bisa makan nasi dan sayur yang benar-benar masak, dan sebelum sayur selesai dimasak kami sudah disuruh berkumpul dilapangan, sekitar jam 05.10 pagi untuk senam pagi dan minum bersama.
Meski masih terasa malas dan dingin untuk keluar tapi mau tidak mau tetap harus ikut senam, setelah pemanasan dan pendinginan kembali, kurang lebih satu jam senam pun selesai dan kami pun dibagikan minuman energen, satu Rekanya masing-masing mendapat setengah cangkir energen untuk dibagikan kesemua anggota rekanya, dan masing-masing anggotanya mendapat satu teguk minuman, ini untuk merasakan rasanya berbagi meski sedikit tapi tetap bisa kebagiaan semuanya. Setelah selesai senam dan minum bersama kami pun disuruh kembali ketenda masing-masing untuk bersiap-siap mengikuti Upacara pagi dan kami pun langsung ganti baju dengan pakaian pramuka setelah selesai ganti baju kami pun disuruh makan, dan kemudian kami langsung berkumpul dilapangan untuk upacara pagi, dan upacara pun tidak berlangsung lama. Setelah selesai upacara kami kembali ketenda masing-masing dan beristrahat sebentar lalu gantu baju dengan baju hitam dan celana trening dan bersiap-siap untuk pergi penjelajahan.
Setelah istrahat dan setelah selesai siap-siap kami pun disuruh berkumpul lagi dilapangan untuk berangkat penjelajahan, dan keberangkatannya secara bergilir, Reka ku mendapat urutan ke 5, kami sangat senang dan bersemangat, dalam penjelajahan ini kami melewati beberapa pos dan disetiap pos sangat menantang dan menguji mental, fisik, kebersamaan, kekompakan kecerdasan dan kecerdikan. Di setiap pos kami banyak mendapatkan pengetahuan baru, keseruan, menemukan hal-hal lucu dan puji tuhan semua pos yang kami lalui dapat kami lewati dengan baik, dan pada akhirnya kami kembali keBuper dengan keadaan yang baik-baik saja. Hanya salah satu teman ku yang kehilangan nama cantiknya gara-gara dia tidak bisa menyebut nama bapak pandu pramuka Indonesia dengan benar, itu memang sangat lucu sekali, karena pertanyaan itu ditanyakan lebih dari 20 kali dan tidak bisa dia jawab dan akhirnya dia harus rela menyerahkan nama cantiknya.
Setelah penjelajahan selesai kami pun disuruh kembali ketenda untuk beristrahat dan setelah semua peserta kembali keBuper kami disuruh berkumpul kembali dilapangan dan disuruh mencari kayu untuk mendirikan api unggun dan kami pun pergi mencari kayu, setelah semua kayu terkumpul dan kami pun diarahkan untuk mandi dan kami pun pergi mandi dan membersihkan semua badan kami yang sudah sangat kotor kena lumpur, setelah mandi barulah terasa segar. Dan malam api unggun pun tiba kami semua bersiap untuk penampilan pensi, dan malam itu tidak akan pernah terlupakan karena semuanya begitu menyenangkan, ada yang bernyanyi, berjoget, main gitar dan setelah semua Reka selesai menampilkan pensinya kami pun disuruh kembali ketenda masing-masing untuk tidur dan malam itu terasa sangat nyaman untuk tidur tapi kami tidak bisa tidur karena memikirkan aka nada jurit malam dan setelah kurang lebih tidur satu jam tiba-tiba saya merasa ada yang membangunkan ku, dan ternyata itu adalah kakak Pembina, dan dia menyuruh Reka kami untuk berangkat jurit malam dan dengan mata yang masih ngantuk kami pun terbangun dan langsung berangkat karena tidak boleh berisik takut Reka-reka lain terbangun juga.
Kami pun mulai jurit malam dengan berpegang tangan dan hanya menggunakan lilin sebagai penerang, lalu setelah sampai kedepan ruangan yang harus kami masuki untuk mencari pita kami disuruh mematikan lilin dan masuk keruangan dengan keadaan gelap, dan temanku yang satunya sangat takut dan kami melihat kuntilanak bohongan dan setelah disuruh keluar kami pun keluar tergesa-gesa karena ketakutan dan aku tidak ada rasa takut karena tau itu kuntilanak bohongan. Dan setelah selesai kami disuruh berkumpul dilapangan basket dan kami pun berbaring dan tidur meski dingin dan banyak nyamuk kami tetap memaksakan diri untuk tidur karena sangat ngantuk.
Dan waktu tidak terasa berlalu setelah pagi kami pun senam dan kembali ketenda untuk masak dan makan serta siap-siap untuk baksos, gugur gunung (bongkar tenda), permainan rakyat dan upacara penutupan serta pembagian hadiah, dan setelah semuanya selesai kami pun pulang kembali kesintang. Dan disinilah saya dapat mengambil kesimpulan bagaimana supaya saya dapat hidup lebih mandiri dan hidup tanpa campur tangan orang tua serta dapat membina kerjasama dan persaudaraan antar sesama. Selain itu, saya belajar untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, dan dapat mengembang kemampuan diri mengatasi tantangan hidup kedepannya. Ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun.







